LeIP - Lembaga Independensi Peradilan

751 K/Pdt/2010

Pihak
PT RAYA AHMAN vs PT DUTA PERTIWI Tbk, dkk
Tanggal Putus
26-04-2011
Tingkat
Kasasi
Pengadilan
Mahkamah Agung
PN Asal
Putusan Terkait
Resume
Ringkasan Duduk Perkara Pada tahun 1982 Penggugat membeli hak sewa tanah negara dari pihak yang memegang Hak Sewa Tanah Negara. Setelah jual beli terjadi Penggugat kemudian mengajukan permohonan Penetapan kepada PN Jakarta Pusat yang menyatakan bahwa Penggugat merupakan pemegang Hak Sewa atas tanah negara yang sah obyek sengketa. Sepuluh tahun kemudian Penggugat mendapati bahwa tanah obyek sengketa tersebut telah dikuasai oleh Tergugat I dan telah ada sertifikat HGB di atasnya. Adapun penguasaan tanah oleh Tergugat I pada awalnya terjadi karena perbuatan yang dilakukan oleh Tergugat II. Sementara Tergugat II memperoleh hak atas tanah tersebut dengan cara seolah-olah Tergugat II telah membebaskan dari 39 orang penggarap dan kemudian atas dasar itu mengajukan permohonan hak kepada Tergugat V dan selanjutnya Tergugat V menerbitkan Sertifikat HGB. Oleh Tergugat II tanah tersebut kemudian dijual kepada Tergugat III. Oleh Tergugat III tanah tersebut kemudian sebagian dijual kepada Tergugat I dan sebagian dijual kepada Tergugat IV. Atas dasar tersebut Penggugat kemudian menggugat Tergugat I s/d V ke PN Jakarta Utara karena perbuatan melawan hukum dan menuntut para tergugat untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat. Di tingkat pertama PN Jakarta Utara menolak gugatan penggugat. Putusan tersebut dikuatkan PT DKI Jakarta dan Mahkamah Agung di tingkat kasasi. Dalam pertimbangannya MA menyatakan bahwa sesuai dalil Penggugat sendiri yang menyatakan bahwa Tergugat I dan IV memperoleh hak atas tanah dari Tergugat III dimana Tergugat III memperolehnya dari Tergugat II, maka tergugat I dan IV sebagai pembeli terakhir yang beritikad baik harus dilindungi. Kutipan Pertimbangan MA bahwa sebagaimana didalilkan Penggugat dalam posita gugatan angka 8 dan 9, bahwa obyek sengketa kemudian telah memperoleh Sertifikat-sertifikat Hak Guna Bangunan an. Tergugat II (SHGB No. 8, 9, 10 dan 11/Harapan Mulya). Oleh Tergugat II dijual kepada Tergugat III, dan tahun 1996 seluas 5.580 M2 oleh Tergugat III dijual kepada Tergugat IV dan sisanya seluas 108.810 M2 oleh Tergugat III dijual kepada Tergugat I; bahwa Tergugat I dan Tergugat IV sebagai pembeli terakhir yang beritikad baik harus dilindungi ;
Hakim Ketua
Atja Sondjaja
Hakim Anggota
Hakim Nyak Pha | Timur P. Manurung
Panitera Pengganti
Amar Putusan
Tgl Register PN
Tgl Register PT
No Perkara PDT/PN
No Perkara PDT/PT
Dissenting
Jenis Perkara